Sujud bukan sekadar gerak tubuh, melainkan posisi paling rendah manusia di hadapan Tuhan. Dalam posisi itulah doa paling jujur sering lahir, bukan dari kebencian, melainkan dari luka yang telah mencapai batas. Doa orang yang teraniaya memiliki bobot moral yang berat, karena ia tidak lahir dari kesombongan, melainkan dari ketidakberdayaan yang sepenuhnya bersandar kepada Allah. Di titik ini, kezaliman tidak lagi berhadapan dengan manusia, tetapi dengan keadilan Ilahi.
Bahaya terbesar bagi orang yang berbuat jahat bukanlah pembalasan langsung, melainkan ketika ia merasa aman karena korbannya diam. Diam itu bisa jadi bukan kelemahan, tetapi kesadaran spiritual bahwa tidak semua perkara harus diselesaikan di bumi. Ada perkara yang lebih layak diangkat ke langit. Dan ketika itu terjadi, ukuran keadilan tidak lagi ditentukan oleh logika manusia, melainkan oleh hikmah Tuhan yang Maha Mengetahui segala niat dan rahasia.
Refleksi ini mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam bersikap, terutama ketika merasa memiliki kuasa untuk menyakiti. Bisa jadi orang yang kita remehkan justru sedang mengetuk pintu langit dengan air mata dan sujudnya. Pada saat itu, bahaya tidak lagi berada di sekelilingnya, tetapi berpindah kepada diri kita sendiri. Sebab berhadapan dengan manusia mungkin masih bisa dinegosiasikan, tetapi berhadapan dengan Allah adalah urusan yang tak pernah bisa ditunda atau dihindari.
#motivation #inspiration #spiritualgrowth #selfcare
.jpg)

"Terimakasih atas komentar yang anda tulis, dalam waktu 2x24 jam kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk merespont, jika ingin segera/fashrespon silahkan langsung menguhubungi Admin kami di +6285702464677"